Artikel Berita
Hari : Kamis
Tanggal : 14 September 2017
Jakarta
(13/09) –
Bertempat di Base Ops Lapangan Udara
TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan
Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani pagi ini mendampingi Presiden
Joko Widodo melepas Bantuan Pemerintah Republik Indonesia untuk pengungsi
Rohingya. Bantuan tahap pertama yang diangkut 4 Hercules TNI AU ini jumlahnya
mencapai 34 ton. Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong dari
Kementerian Kesehatan yang menyumbang obat-obatan 1 ton, makanan pendamping ASI
4 Ton dan makanan tambahan ibu hamil 4 ton. Sementara BNPB yang juga di bawah
koordinasi Kemenko PMK, mengirim bantuan tenda, makanan siap saji, pakaian,
selimut dll. Di luar itu, Bulog dan Asosiasi Pemerintah Provinsi, masing-masing
membantu 10 ton beras. Sementara, TNI mengkontribusikan Herculesnya sebagai
alat transport.
“Kemenko PMK telah mengkoordinasikan Kementerian dan
Lembaga (K/L) di jajarannya untuk bergotong royong menyiapkan bantuan,” ujar
Menko PMK. Menurutnya, pengiriman bantuan tersebut adalah bagian dari diplomasi
Pemerintah Indonesia dalam ikut serta mendorong penyelesaian krisis Rohingya di
Myanmar. “Indonesia berharap bantuan ini dapat membantu mengurangi beban hidup
pengungsi Rohingya. Seiring dengan itu Indonesia mendorong adanya penyelesaian
damai, adil dan permanen terhadap penyelesaian krisis Rohingya di Myanmar,”
katanya.
Bantuan dari pemerintah Indonesia tersebut akan sampai
di bandara terdekat dengan pengungsian. Pemerintah sendiri akan mengirimkan
beberapa tahap bantuan untuk pengungsi Rohingya. Jika minggu ini merupakan
tahap pertama, maka di minggu mendatang akan dilakukan tahap kedua. Bantuan
yang diberikan pemerintah Indonesia ini total mencapai 90 ton. Bantuan tersebut
dihimpun dari K/ L, LSM, Ormas, dan swasta. Turut mendampingi Presiden, Menlu Retno
Marsudi, Mensesneg Pratikno, Panglima TNI Jenderal Gatot
Nurmantyo, KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BNPB Willem
Rampangilei.
Presiden Joko Widodo,
didampingi Mebko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar
Negeri Retno LP Marsudi, serta Menteri`Sekretaris Negara Pratikno, meninjau
pemuatan bantuan kemanusiaan tahap pertama untuk pengungsi Rohingya di
Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/9). Presiden melepas
keberangkatan empat pesawat TNI AU yang mengangkut bantuan seberat 34 ton
berupa pakaian, beras, selimut, dan tenda.
BANDA ACEH,
Setelah transit satu malam, bantuan
kemanusiaan Indonesia untuk warga Rakhine di Banglades, Kamis (14/9) ini.
Menurut Komandan Satgas Misi kemanusiaan Indonesia Marsekal Pertama Nanang Santoso, bantuan
dikirim dengan empat pesawat C-13 Hercules TNI Angkatan Udara dalam dua
Gelombang. Dua Pesawat lepas landas pada pukul 06.00, disusul dua pesawat lagi
tiga jam kemudian. Penerbangan dilakukan dalam dua gelombang karena kapasitas
bandara Chittagong yang terbatas. Pengiriman bantuan yang merupakan respons
aktif Indonesia atas krisis kemanusiaan di Rakhine itu dilepas Presiden Joko
Widodo dalam Upacara Sederhana, Rabu di pangkalan Udara Halim Perdanakusuma,
Jakarta.
Bantuan ini terdiri dari 900 paket sandang,
7.000 selimut, 20 ton beras, 1 ton gula, 10 tenda, 10 tangki fleksibel
berkapasitas 500 galon, dan ratusan paket sanitasi keluarga dengan berat total
34 ton. Presiden mengatakan, ini merupakan bantuan tahap pertama untuk
pengungsi Rakhine di perbatasan Banglades - Myanmar. “ini pemberangkatan tahap
pertama. Minggu depan akan diberangkatkan bantuan kedua, ketiga dan seterusnya,” Kata Jokowi.
Presiden, yang didampingi kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Willem Rampangilei, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan
Maharani, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Panglima TNI Jenderal Gatot
Nurmantyo, serta Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto, Memantau saat
bantuan dimuat kedalam pesawat.
“Barang-barang
ini didahulukan karena paling di perlukan pengungsi, Tenda juga karena selter
merupakan tantangan utama pengungsi,”
kata Retno. Pengiriman lewat pesawat, menurut Presiden, akan mempercepat
pengiriman bantuan. Sebelumnya, 29 Desember 2016, Pemerintah mengirimkan
bantuan untuk warga Rakhine di Myanmar menggunakan kontainer dari Pelabuhan
Tanjung Priok. Pengiriman lewat laut perlu waktu lebih lama. Dengan pesawat,
bantuan dipekirakan tiba kamis sore atau Jum’at pagi. Sebagaimana diberitakan
sebelumnya, banyak pengungsi tiba di perbatasan Banglades dalam kondisi
kelaparan, tak memiliki tempat berteduh, dan kedinginan. Pengiriman bantuan itu
dirapatkan dapat meringankan penderitaan pengungsi.
Perserikatan
Bangsa-Bangsa menyebut, lebih dari 370.000 warga Rakhine melarikan diri ke Banglades,
umumnya di tampung di Cox’s Bazar dan Kutupalong. Namun, Retno memperkirakan
jumlahnya bisa mencapai 500.000 orang karena setiap hari pengungsi baru
berdatangan. Pengiriman bantuan ini adalah hasil diplomasi maraton yang
dilakukan Pemerintah Indonesia ke Myanmar dan Banglades, untuk bersama-sama
menanggapi krisis di Rakhine dan dampak yang ditimbulkannya. Kedua Negara itu
bersedia membuka diri bagi Indonesia. Di Chittagong, bantuan itu akan diterima
Duta Besar RI untuk Banglades Rina P Soemarno dan diserahkan kepada Pemerintah
setempat. Bantuan kemudian dibawa menggunakan Truk ke Kampung Pengungsi Cox’s
Bazar. Menurut junjunan Hutapea dari BNPB, Tim akan mendirikan pos bantuan di
Cox’s Bazar.
Adapun
bantuan untuk masyarakat Rakhine di Myanmar akan dikirimkan setelah daftar
barang yang diperlukan disampaikan Pemerintah Myanmar. Meski Naypyidaw sudah
membuka akses untuk bantuan kemanusiaan dari Jakarta, Pemerintah menunggu
daftar barang yang dilakukan dari Pemerintah Myanmar. Persiapan yang telah
dilakukan dan pemerintah juga bersinergi dengan warga, organisasi masyarakat,
pengusaha, serta pemerintah daerah yang ingin membantu masyarakat Rakhine.
Semua bantuan akan ditampung dan disakurkan pemerintah serta kirim dengan nama
Indonesia.
Dalam
kesempatan terpisah, ketika menerima para ulama dari Jawa Tengah yang diundang
ke Istana Merdeka, Presiden menyampaikan bahwa pengungsi dari Rakhine tak membutuhkan
pernyataan keras. Mereka membutuhkan bantuan konkret untuk meringankan beban
hidup akibat konflik. Tindakan nyata lebih dibutuhkan pengungsi yang kini
tinggal dilokasi penampungan darurat. Presiden menjelaskan, Indonesia terlibat
aktif dalam penyelesaian konflik. Pemerintahan tidak menginginkan kekerasan
terhadap warga sipil terus terjadi. Selain langkah diplomatik, Pemerintahan
juga telah mengirimkan bantuan kemanusiaan. “Kita sudah membangun sekolah dan
awal Oktober akan membangun rumah sakit terbesar di Negara BagianRakhine,” Kata
Presiden. Adapun bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, makanan, dan kebutuhan
sehari-hari telah dikirim sejak awal tahun ini.
Referensi : Kompas,
Untuk Rohingya
: Menko PMK Puan Maharani ketika mendampingi Presiden Jokowi meninjau bantuan
RI untuk Rohingya di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (13/9).
JAKARTA-
Menteri
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani
memastikan bahwa bantuan Pemerintah untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh
telah terkumpul dan disalurkan, kemarin. “Kemenko PMK telah mengkoordinasikan
Kementerian dan Lembaga (K / L) di jajarannya untuk bergotong-royong menyiapkan
bantuan,” katanya di Base Ops Lapangan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma,
Jakarta, Rabu (13/90 saat mendampingi Presiden Joko Widodo melepas Bantuan
Pemerintah Republik Indonesia untuk pengungsi Rohingya. Adapun hasil Gotong
royong untuk menyiapkan bantuan adalah Kementerian Kesehatan menyubang obat
obatan 1 Ton, makanan pendamping ASI 4 Ton dan makanan tambahan ibu hamil 4
Ton. Sementara BNPB yang juga dibawah Koordinasi Kemenko PMK mengirim bantuan
Tenda, Makanan siap saji, Pakaian, Selimut. Diluar itu, Bulog dan Asosiasi
Pemerintah Provinsi, Masing-masing membantu 10 Ton Beras. Sementara TNI
mengkontribusikan. “Pengiriman bantuan tersebut adalah bagian daro diplomasi
Pemerintah Indonesia dalam ikut serta mendorong penyelesaian krisis Rohinya di
Myanmar,” Ucap Puan.
Untuk
tahap pertama, bantuan yang di angkut 4 pesawat Hercules TNI AU itu jumlahnya
sebanyak 34 ton. Bantuan tersebut akan sampai dibandara terdekat dengan
pengungsian. Pemerintah sendiri akan mengirimkan beberapa tahap bantuan untuk
pengungsi Rohingya. Jika minggu ini merupakan tahap pertama, maka di minggu
mendatang akan dilakukan tahap kedua. Bantuan yang akan diberikan Pemerintah
Indonesia ini total mencapai 90 Ton. Bantuan tersebut dihimpun dari K /L, LSM,
Ormas dan Swasta. “ Indonesia berharap bantuan ini dapat membantu mengurangi
beban hidup pengungsi Rohingya. Seiring dengan itu Indonesia mendorong adanya
penyelesaian damai, adil dan permanen terhadap penyelesaian krisis Rohingya di
Myanmar,” ujarnya. Presiden Jokowi sendiri menyampaikan rasa syukur karena
dapat memberangkatkan bantuan kemanusiaan tahap pertama untuk para pengungsi
dari Rakhine State yang saat ini berada diperbatasan bangladesh-Myanmar. “Perlu
saya sampaikan ini adalah pemberangkatan tahap pertama insya allah minggu depan
akan diberangkatkan lagi yang kedua yang ketiga dan seterusnya,” katanya.
Bantuan
tersebut, kata Presiden, dapat dilakukan
setelah dirinya menugaskan Menteri Luar Negeri untuk berbicara dengan
Pemerintah Bangladesh dan Pemerintahan Myanmar untuk membahas bantuan
kemanusiaan yang diperlukan. “Dan pada pagi hari ini akan diberangkatkan oleh 4
pesawat Hercules yang di dalamnya ada Beras, ada bantuan makanan siap saji, ada
Family Kids, ada tangki air, tenda untuk pengungsian serta pakaian anak serta
selimut karena memang barang-barang inilah yang sangat diperlukan,” ujarnya.
Kenapa memakai pesawat dalam mengangkut bantuan, Jokowi menjelaskan, karena
dari pengalaman yang lalu memakai Kontainer memakan waktu yang lama. Padahal
bantuan ini sangat dibutuhkan dan diharapkan untuk secepatnya dipakai oleh para
pengungsi di perbatasan Bangladesh dan Myanmar. “ Oleh sebab itu saya
mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah Bangladesh,
kepada Pemerintahan Myanmar yang telah memberikan akses bantuan ini dan kita
harapkan nantinya ini akan sampai mendekati lokasi yang diingikan kurang lebih
170 kilometer bandara yang ada kemudian baru diangkut dengan truk menuju
kelokasi pengungsian yang berada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar.
Referensi : Indo Pos,
Bantuan
: Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengecek
persiapan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingnya di Pangkalan
TNI AU, Bandar Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (13/9).
JAKARTA-
Pemerintah Indonesia mulai
memberangkatkan bantuan untuk pengungsi Rohingya menggunakan pesawat Hercules,
Rabu (13/9). Bantuan yang berasal dari dana pemerintah dan sumbangan
masyarakat yang dikumpulkan
lembaga-lembaga amal dan Ormas tersebut diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU
Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
Referensi : Republika,
Bantuan Untuk Rohingya
: Presiden Joko Widodo dengan didampingi Menko PMK Puan Maharani, Panglima TNI
Jenderal Gatot Nurmantyo, dan KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau persiapan
pemberangkatan Prajurit TNI Angkatan Udara yang membawa bantuan kemanusiaan
Rohingya di Base Ops TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kemarin. Sebanyak 34
Ton bantuan Berupa Beras, bahan siap saji, tenda, da selimut diangkut empat
pesawat Hercules di Bangladehs untuk pengungsi Rohingya.
PRESIDEN-
Joko Widodo melepas bantuan
kemanusiaan bagi para pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh dan Myanmar,
kemarin. Pengiriman bantuan yang diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma
Jakarta, itu ialah yang pertama dan akan disusul dengan bantuan-bantuan
selanjutnya. “ini pemberangkatan yang pertama nanti, isya allha minggu depan
lagi yang kedua,ketiga, dan seterusnya,” ujar Presiden Jokowi. Bantuan
kemanusiaan seberat 34 Ton yang diangkut empat pesawat Hercules itu terdiri
atas makanan siap saji, Family Kids, selimut, tangki air, dan tenda untuk
pengungsi.
Referensi : Media
Indonesia,
Presiden
Joko Widodo bersama Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Menko PMK Puan Maharani,
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bantuan
yang akan dikirim untuk pengungsi Rohingya di Base Ops TNI AU Halim
Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (13/9). Bantuan gelombang pertama berupa
beras, makanan siap saji, family kids, tenda untuk pengungsi, dan selimut,
dengan total 34 Ton dilepas Presiden Joko Widodo menuju Rakhine State, Myanmar.
JAKARTA-
Presiden
Joko Widodo melepas bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di perbatasan
Bangladesh dengan Myanmar. Pelpasan Bantuan digelar di Pangkalan TNI Angkatan
Udara (AU) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/9). Bantuan kemanusian dengan
berat 34 Ton terdiri atas berbagai bentuk seperti makanan siap saji, paket
sembilan bahan pokok, tangki air, tenda-tenda bagi pengungsi serta
pakaian-pakaian. Seluruh bantuan diangkut dengan empat pesawat Hercules.
Referensi : Suara
Pembaruan,
Presiden
Jokowi secara Resmi memberangkatkan bantuan tersebut dari Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/9).
JAKARTA
Pemerintaha
Indonesia mengirim bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi dari Rakhine State,
Myanmar, yang saat ini berada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar. “Perlu saya
sampaikan, ini adalah pemberangkatan yang pertama. Insya Allah minggu depan
akan diberangkatan yang kedua, ketiga dan seterusnya,” Ujar Presiden Jokowi
saat memberangkatkan bantuan kemanusiaan tersebut di Halim Perdana Kusuma,
Jakarta, Rabu (13/9) seperti diketahui, Pemerintah pada 29 Desember 2016,
Pemerintah telah mengirim 10 kontainer paket bantuan untuk warga Rakhine yang
berada di Myanmar. Bantuan tersebut diberangkatkan melalui pelabuhan Tanjung
Priok, Jakarta Utara dengan menggunakan kapal dan disaksikan langsung oleh
perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Myanmar. Jokowi berharap bantuan
nantinya akan sampai mendekati lokasi yang diinginka, kurang lebih 170
Kilometer menuju bandara yang ada kemudian baru diangkut oleh Truk menuju ke
lokasi pengungsi yang ada diperbatasan Bangladesh dan Myanmar.
Referensi : Pos Kota,
Presiden
Jokowi Widodo didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menko
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Panglima TNI Jenderal TNI
Gatot Nurmantyo dan KSAU TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat melepaskan
keberangkatan Bantuan RI untuk Rohingya Kloter Pertama di Lanud Halim
Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kemarin. Personal TNI memuat bantuan untuk
diterbangkan dengan 4 pesawat Hercules TNI menuju Chittagong, Bangladesh.
JAKARTA-
Bantuan
Indonesia untuk pengungsi Rohingya mulai dikirimkan menggunakan Pesawat
Hercules Kemarin. Presiden Jokowi berjanji akan ada bantuan-bantuan berikutnya
dari masyarakat Indonesia yang akan dikirimkan untuk para pengungsi. Presiden
Jokowi melepaskan langsung bantuan seberat
34 Ton yang dikirim menggunakan empat pesawat Hercules milik TNI AU di Lanud
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Presiden mengatakan bantuan tahap kedua,
ketiga dan seterusnya kembali akan dikirim pada minggu depan. Bantuan
Kemanusian tersebut bisa dikirim setelah ada pembicaraan antara Menteri Luar
Negeri Retno LP Marsudi dengan Pemerintahan Bangladesh dan Pemerintahan
Myanmar.
Referensi : Koran
Sindo,
Menteri
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani
mendampingi Presiden Joko Widodo saat melepas bantuan pemerintah untuk
pengungsi Rohingya di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/9).
Referensi : Suara
Pembaruan,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar