Anggaran RKA K/L bidang PMK Tahun Anggaran 2018 Disetujui oleh DPR RI
Jakarta (13/09)-
Bersama
dengan tiga Kementerian Koordinator lainnya (Kemenko Polhukam, Kemenko Maritim,
dan Kemenko Perekonomian), Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI siang ini turut serta dalam rapat kerja
anggaran untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA
K/L) bidang pembangunan manusia dalam RAPBN Tahun Anggaran 2018 di ruang sidang
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, gedung Nusantara II Lt.1, Senayan, Jakarta.
Rapat kerja selanjutnya dipimpin oleh Ketua Banggar DPR RI, Azis Syamsuddin dan
dihadiri oleh Menko Polhukam, Wiranto dan jajarannya; Menko Perekonomian,
Darmin Nasution dan jajarannya; serta Menko Maritim, Luhut Pandjaitan dan
jajarannya.
Khusus untuk bidang PMK, menurut
Menko PMK dalam paparannya, kerja Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pengendalian
(KSP) untuk Program Prioritas bidang PMK Tahun 2018 terbagi ke dalam tiga fokus
program yaitu kesejahteraan rakyat, pemberdayaan rakyat, dan pembangunan
karakter. Bidang kesejahteraan rakyat meliputi Pelayanan Pendidikan dan Agama
berupa Jaminan Pelayanan Bersekolah (KIP); Peningkatan Kualitas Guru; Beasiswa;
Pelayanan Beribadah; Pelayanan Kesehatan berupa JKN; Peningkatan Kesehatan Ibu
dan Anak; Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit; Preventif dan Promotif
(Germas); Pembangunan Perumahan dan Permukiman berupa Penyediaan Perumahan
Layak; Air Bersih dan Sanitasi; Penanggulangan Kemiskinan berupa Jaminan dan
Bantuan Sosial Tepat Sasaran; Jaminan Pemenuhan Kebutuhan Dasar (Pangan,
Kesehatan, Pendidikan); PKH; Pembangunan Keluarga; Perlindungan Anak & Pemberdayaan
Perempuan; Perlindungan Kaum Marjinal; dan Pengelolaan Dampak Bencana.
Bidang Pemberdayaan Rakyat
mencakup Revitalisasi Pendidikan Vokasi; Revitalisasi Kebudayaan; Pemberdayaan
Masyarakat (Perempuan, Pemuda, Olahraga, Seni Budaya, Keluarga); Pembangunan
Wilayah berupa Pembangunan Wilayah Perbatasan dan Daerah Tertinggal;
Pembangunan Perdesaan; Pencegahan dan Penanggulangan Bencana; dan
Pelaksanaan Asian Games 2018. Untuk bidang Pendidikan Karakter fokus kerja dan
program nantinya meliputi Revolusi Mental, Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan
Karakter.
Adapun pagu anggaran sebesar
Rp382.103.310.000, oleh Kemenko PMK akan dialokasikan untuk dua bidang
besar yaitu program dan anggaran untuk program KSP sebesar 60,55% atau Rp231,37
M yang difokuskan pada program bertajuk mantap pelayanan, mantap pemberdayaan,
mantap gotong royong, dan penunjang KSP dan Sebesar 39,45% dari total alokasi
anggaran itu akan difokuskan pada belanja aparatur berupa operasional,
kesekretariatan, dan sarana prasarana. Secara keseluruhan, Pagu Indikatif Tahun
Anggaran 2018 bertambah sebesar Rp0,56 M (0,15 %) terhadap Pagu di Tahun
Anggaran 2017 ini yang mencapai Rp381.535.133.000. “Kami tidak minta ditambah
dan dikurangi karena memang sudah segitu angka ya ng dibutuhkan,” kata Menko
PMK menutup paparannya.
Target kerja dan program yang
akan diupayakan tercapai di tahun 2018 masih tetap diukur berdasarkan indikator
makro yang menetapkan bahwa untuk masalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
berupa Kesehatan, Pendidikan, Hidup layak, dan sebagainya diupayakan mampu
mencapai angka 71,5 dari 68,8 di tahun 2014; 69,5 di 2015; dan 70,18 di
2016. Indeks GINI di tahun 2018 juga diupayakan mencapai 0,38 dari 0,39 di
tahun 2016; Tingkat Kemiskinan juga diupayakan dapat berada di kisaran angka
9,5% - 10% dari 10,8 % di tahun 2016. Tingkat Pengangguran pun diupayakan turun
di angka 5% - 5,3% dari 5,5% di tahun 2016. Cakupan layanan perlindungan sosial
untuk kepesertaan JKN diupayakan dapat bertahan di angka 92,4 juta peserta.
Yang terakhir, indikator makro untuk indeks gotong royong dan pelayanan publik
di tahun 2018 juga diharapkan terus meningkat. Dengan berakhirnya rapat hari
ini, DPR akhirnya mengetuk palu sebagai pertanda bahwa anggaran RKA K/L Tahun
Anggaran 2018 telah disetujui dan diharapakan dapat berjalan efektif serta
efisien.
Referensi : https://www.kemenkopmk.go.id/artikel
Pemerintah
Optimalkan Pengeluaran
Menko
Perekonomian Darmin Nasution, Menkopolhukam Wiranto dan Menko PMK Puan Maharani
saat mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen
Senayan, Jakarta, kemarin. Pemerintah berkomitmen mengoptimalkan pengeluarannya
guna mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 5,2% tahun ini.
JAKARTA-
Pemerintahan
Berkomitmen untuk mengoptimalkan pengeluaran guna mendukung pertumbuhan
ekonomi. Untuk itu, serapan anggaran Pemerintah ditargetkan tak kurang dari
95%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dari
empat pilar penopang pertumbuhan ekonomi, yakni konsumsi rumah tangga,
Investaris, ekspor-impor dan pengeluaran pemerintah, diakui bahwa pengeluaran
pemerintah belum mencapai posisi yang optimal. Sementara kinerja ketiga pilar
lainnya menurut dia sudah berjalan cukup baik. “Mudah-mudahan pada kuartal IV
bisa tercapai. Kami juga berharap pertumbuhan ekonomi bergerak diatas yang
terjadi sampai tahun ini sehingga ditargetkan pada tahun depan sebesar 5,4%,”
uajr Darmin di Jakarta, kemarin.
Darmin
mengatakan, meskipun realisasi sampai Kuartal I dan II masing-masing ekonomi
hanya tumbuh 5,01%, masih ada optimisme untuk mencapai target pertumbuhan
ekonomi 5,2% seperti yang telah dicadangkan. Meski tidak mudah, kata dia
diyakini target tersebut masih bisa dicapai. “Meski (Proyeksi) di turunkan jadi
5,17% itu kan beda-beda tipis. Berarti kita harus bisa mencapai pertumbuhan
yang lebih tinggi sekitar 5,2 – 5,4% pada Kuartal III dan IV,” ujarnya. Dia
Melanjutkan, untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi tidak diperlukan momentum
besar seperti Lebaran. Menurut dia, yang
paling penting adalah ekspor dan investasi membaik. “Pertumbuhan dan investasi
kita tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Jadi ekspor lebih baik, Pertumbuhan
baik, Konsumsi mungkin sedikit dibawah atau tetap. Tinggal anggaran saja. Kalau
(Serapan) anggarannya bisa lebih baik, pertumbuhannya akan lebih bagus dari
tahun yang lalu,” tuturnya.
Darmin
menyampaikan bahwa realisasi serapan anggaran Kemenko Perekonomian tahun lalu
mencapai 95%. Angka ini lebih tinggi dari realisasi 2015 yang masih dibawah
90%. Karena itu, dia yakin serapan anggran tahun ini juga bisa mencapai 95%.
“Pada 2017 kalau kita perhatikan realisasi Juli 2017 dan kemudian Kontrak yang
sedang dalam proses lelang kami yakin akan mencapai 95% lagi tahun ini.”
Katanya. Dalm dua Kuartal tersisa tahun ini, sambung dia sektor pertanian dan
pangan juga masih memiliki performa yang baik, meski ada pula beberapa kondisi
yang harus diwaspadai. Menurut dia, pada Kuartal III kondisi iklim tidak
terlalu jelek sehingga pertanian dan pangan tetap dapat berkontribusi pada
pertumbuhan. Sebelumnya, Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan
pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 hanya bisa mencapai level 5,17%. Dia
menuturkan, untuk mencapai pertumbuhan tersebut, Kontribusi konsumsi rumah
tangga di semester II/2017 diharapkan terjaga sebesar 5%. Selain itu,
kontribusi dari sisi investasi sepanjang 2017 juga diharapkan berada dilevel
5,2%.
“Dengan
adanya deflasi ini, daya beli masyarakat diharapkan tidak tergerus. Dengan
Perintahan mengakselerasi berbagai Program, maka daya beli masyarakat kita
harapkan juga akan tetap terjaga pada level yang cukup stabil sehingga
berkontribusi 5%,” Ungkapnya. Sri Mulyani melanjutkan, Pemerintah akan melihat
sacara hati-hati pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun. Menurut dia, kinerja
sampai dengan semester I/2017 memang positif dari sisi ekspor, tapi sedikit
melemah dari sisi investasi dibandingkan yang diharapkan. “Di satu sisi kita
lihat kepercayaan masyarakat tinggi, peringkat investasi kita meningkat, tapi
realisasi investasi dan terutama kalau kita lihat breakdown-nya lagi, juga dari
kredit perbankan masih lebih lemah dari yang diharapkan,” uajrnya.
Referensi : Koran
Sindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar