Artikel Berita
Hari : Senin
Tanggal : 11 September 2017
Astana,
Kazhakstan (11/09) –
Menteri Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia (Menko PMK), Puan Maharani menyatakan bahwa Indonesia siap
berkontribusi dalam sain dan teknologi di dunia Islam. Hal tersebut diungkapkan
saat mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Muhammad Jusuf
Kalla di pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam
(OKI) yang dilaksanakan di The Palace of Indepedence, Astana, Kazakhstan,
Minggu (10/9).
“Salah satu bentuk kontribusi Indonesia dalam sains
dan teknologi di dunia Islam yang disampaikan adalah Indonesia akan membangun
Universitas Islam Internasional yang menekankan pada moderasi, penghormatan
terhadap keragaman, dan pelestarian budaya kita sendiri yang merupakan pijakan
penting untuk menumbuhkan sarjana muslim moderat yang dapat memberikan
kontribusi positif bagi umat dan masyarakat”, kata Menko PMK.
KTT OKI pertama tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(IPTEK) telah dimulai sejak tanggal 8 September 2017 lalu melalui pembahasan
pejabat tinggi 56 negara anggota OKI. Tercatat sekitar 20 Kepala
Negara/Pemerintahan, Raja, dan Wakil Presiden dari negara OKI hadir pada KTT
OKI ini, termasuk Presiden Turki selaku Ketua OKI periode 2016-2019, dan
Presiden Pakistan selaku Ketua Standing Commitee OKI mengenai Optek/COMSTECH.
Indonesia pada KTT yang mengambil tema ‘Science,
Technology, Innovation and Modernization of the Muslim world’ ini di wakili
oleh Wapres Jusuf Kalla, Menko PMK Puan Maharani, Menristek Dikti Muhammad
Natsir dan beberapa Rektor Perguruan Tinggi di Indonesia.
Sementara itu, saat menyampaikan pernyataan Pemerintah
Indonesia pada KTT OKI, Wapres Jusuf Kalla menekankan pentingnya menciptakan
kerjasama erat antar center of excellence bidang iptek dan inovasi yang
saling terintegrasi di antara negara OKI untuk berbagi hasil kegiatan riset dan
pengembangan bidang iptek tersebut.
Indonesia juga mendorong seluruh negara OKI terus
mengembangkan Iptek dan Inovasi yang perlu dimulai sejak pendidikan dasar dan
juga disertai dengan penguatan kurikulum iptek dan pengembangan budaya iptek
(science culture) sejak usia dini. Selain itu, seluruh negara OKI harus terus
mengarustamakan (mainstreaming) iptek dan inovasi di dalam kebijakan dan
strategi nasionalnya masing-masing.
Lebih lanjut, Wapres Jusuf Kalla menyerukan agar
seluruh negara anggota OKI memperkuat kerjasama saling berbagi pengalaman, baik
antar negara OKI maupun dengan negara lain serta berbagai pemangku kepentingan
lainnya.
Wapres Jusuf Kalla menutup sambutannya dengan
penekanan khusus bahwa seluruh negara OKI perlu kembali memajukan peran Islam
dalam pengembangan aspek iptek dan inovasi untuk kesejahteraan umat manusia
secara keseluruhan. Hal ini merupakan realiasi nyata dari nilai utama Islam
sebagai Rahmatan lil Alamiin.
Senada dengan Wapres Jusuf Kalla, Menko PMK Puan
Maharani menegaskan bahwa hal yang harus segera dilakukan adalah memperkuat
kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan, dan riset. Menurut Menko PMK lagi,
riset, teknologi komunikasi, konstruksi, energi terbarukan yang berbasis limbah
biomassa dan geotermal, riset pertanian serta kelautan di Indonesia sudah cukup
maju dan bisa dikontribusikan dan terus dikembangkan dalam kerangka kerja sama
Iptek negara-negara OKI.
Referensi :
http://kemenkopmk.go.id/artikel

Tidak ada komentar:
Posting Komentar