Hari :
Jum’at
Tanggal
: 4 Agustus 2017
KORAN
SUARA PEMBARUAN
Halaman
21
Revolusi Mental bisa Selamatkan Taman
Nasional Papua
Menteri Koordinator bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ,
Puan Maharani berjalan bersama Menteri ingkungan Hidup dan Kehutanan 2017 di
Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian LHK, Jakarta, Rabu (2/8).
Dalam Paparannya, Menko PMK menekankan pentingnya gerakan revolusi mental untuk
menyelamatkan kawasan hutan, baik sebagai sumber daya produksi maupun jasa
lingkungan.
JAKARTA-
Menteri
Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan
Maharani mengatakan, upaya untuk menyelamatkan hutan memerlukan gerakan
revolusi mental. Hal ini dikatakan Puan Karena merasa perhatian atas nasib
Taman Nasional Lorentz di Papua Barat serta Taman Nasional Tropical Rainforest
Heritage Sumatera (TRHS).
THRS
sudah mulai terganggu dan karenanya masuk dalam endangered list, sedangkan
Taman Nasional Lorentz terancam masuk kategori endangered.
“Adalah
tugas kita untuk bergotong royong menyelamatkan taman nasional kita, Kawasan
hutan yang menjadi warisan dunia, “ujar
Puan Maharani dalam paparannya di depan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas)
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2017 di Auditorium Dr. Ir Soedjarwo
di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian LHK, Jakarta Rabu (2/8).
Dalam
Paparannya yang bertema Mengurusi Lingkungan, Menjadi Peradaban, serta Peran
penting Revolusi Mental SDM Aparat dan Masyarakat itu, Menko PMK menekankan
pentingnya Gerakan Revolusi mental untuk penyelamatan kawasan hutan, baik
sebagai sumber daya produksi maupun jasa lingkungan.
5 Gerakan
Konsep revolusi mental itu menurut Puan, telah diturunkan
menjadi lima gerakan praktis yakni, Gerakan Indonesia Melayani, Indonesia
Tertib, Indonesia Bersih, Indonesia Mandiri dan Indonesia Bersatu. Sementara
sebagai gerakan moral, Revolusi mental itu mendorong tumbuhnya nilai integritas
kerja keras dan gotong royong.
“Sangat
penting bagi kita untuk membangun cara berpikir baru. Cara bekerja dan cara
hidup yang menjaga kelestarian lingkungan hidup. Inilah gerakan revolusi mental
di bidang lingkungan. Hidup”, paparan Puan Maharani.
Menko
PMK Menangani bahwa kawasan hutan indonesia mencapai 121 juta hal itu sebagian
besar telah di manfaatkan untuk jasa produksi dan memperluas pusat-pusat
pertumbuhan. Namun, Menko PMK Mengingatkan agar pembangunan disektor kehutanan
daya dukung lingkungan yang ada.
Ekploitasi
yang berlebihan berpotensi menimbulkan bencara berupa banjir, tanah longsong,
ledakan penyakit akibat perubahan ekologis yag menurut Puan Maharani bisa
menimbulkan korban ekonomi bahkan jiwa manusia.
Karenanya,
Ujar Puan, Gerakan Nasional Revolusi Mental di bidang Lingkungan Hidup,
bertujuan antara lain meningkatkan kapasitas individu masyarakat maupun lembaga
resmi untuk lebih pduli pada isu kebersihan dan lingkungan hidup dan lebih jauh
lagi adalah peningkatan kapasitas untuk melakukan mitigasi bencana.
“Saya berharap semoga rakernas kementerian Lingkungan
hidup dan kehutanan ini bisa menghasilkan praktik-praktik inovatif untuk
kemajuan bangsa dan negara republik indonesia”. Ujar nya”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar