Hari : Rabu
Tanggal
: 2 Agustus 2017
KORAN
REPUBLIKA
Halaman
9
VAKSINASI :
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Menko
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menghadari Perencangan
Kampanye Imunisasi Measless Rubella (MR) di Madrasah Tranawiah 10, Sleman,
Selasa (1/8). Presiden Menekankan Komitmen Pemerintah mengeleminasi campak dan
pengendalikan Rubella.
KORAN
SINDO
Halaman
5
Presiden Jamin Vaksin MR Aman dan
Halal
Presiden
Joko Widodo berdialog dengan pelajar pada acara Pencanangan Kampanye Imunisasi
Measless Rubella (MR) di Madrasah Tsanawiah 10, Sleman, Di Yogyakarta, Kemarin.
Presiden didampingi Menko Pembangunan Manusi dan Kebudayaan Puan Maharani dan
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek berdialog di sela acara tersebut.
SLEMAN
– Presiden Joko Widodo memerintahkan Sejumlah kementerian turun langsung
menyosialisasikan dan menyuseskan program imunisasi measless Rubella (MR), ini
perlu mengingat masih ada penolakan dari masyarakat.
Hal
itu diungkapkan Presiden Jokowi saat merencanangkan Kampanye Imunisasi Measlles
Rubella (MR) di MTS 10 Sleman, DIY kemarin. Menurut Presiden, Imunisasi MR
sangat penting karena akan melindungi dan memproteksikan penyakit campak dan
rubella.
“Kamenterian Kesehatan, Pendidikan,
dan Agama Sudah diminta untuk ikut turun dalam menyukseskan program ini.
Apalagi Indonesia juga pernah sukses dalam program kampanye dan imunisasi polio
ataupun Tetanus. Orang tua yang harus bertanggung jawab kepada anak harus
mendukung programini. Kementerian harus turun kesekolahan pesantren dan
masyarakat untuk mengosialisasikan dan melaksanakan imunisasi, “ Tandas Jokowi.
Presiden juga meminta agar
masyarakat tidak meminta agar masyarakat tidak perlu takut dengan kualitas
vaksin yang di berikan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menjelaskan bahwa
kandungan vaksin aman dan halal. Apalagi vaksin ini akan mencegah anak dari
bahaya cacat bawaan yang bisa mengakibatkan kematian. “Kalau masyarakat ragu,
nanti kementerian yang akan menjelaskan,” Ujarnya.
Menurut Kepala Negara RI ini,
Imunisasi ini sudah direspon positif oleh MUI yang menyatakan bahwa imunisasi
MR adalah mubah. Status ini, kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini, bisa
diartikan bahwa imunisasi ini manfaatnya jauh lebih banyak dari pada
mudharatnya.
Sebelumnya, Fatwa Majelis Ulama
Indonesia (MUI) No.4/2016 telah menyatakan bahwa imunisasi pada dasarnya
diperbolehkan (Mubah) sebagai bentuk ikhtiar dalam mewujudkan kekebalan tubuh
(Imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Vaksin yang
digunakan dalam kampanye kesehatan ini juga telah mendapat rekomendasi dari
Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat
dan Makanan (POM). Singkatannya vaksin MR dinyatakan aman dan telah digunakan dilebih
dari 141 negara di dunia.
Imunisasi MR yang dirancanangkan
Pemerintah ini diharapkan dapat menjadi jalan terbaik terhadap pencegahan kedua
penyakit tersebut. Presiden pun menharapkan semakin banyak anak-anak indonesia
memperoleh imunisasi yang dibrerikan pemerintah secara Cuma-Cuma ini. Program
ini secara serempak dilaksanakan Agustus hingga september 2017 diseluruh
wilayah di Pulau Jawa dan Agustus hingga september 2018 diseluruh wilayah di
Luar Jawa Pulau Jawa.
Menk Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Puan Maharani mengatakan, pencanangan kampanye dan imunisasi tingkat nasional
ini menjadi program imunisasi kesehatan untuk mengendalikan penyakit dan dampak
dari campak dan rubella. Sasarannya dalah semua anak dengan usia sembulan dan
sebelum 15 tahun, “target kita 95% agar anak Indonesia di 2020 bisa bebas
campak dan rubella, “ujarnya.
Menteri Kesehatan Nila Faries
Moeloek mengaku akan memaksimalkan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat
terkait masih adanya bagian masyarakat yang menolak vaksinasi dan imunisasi
campak dan rubella. “Imunisasi ini untuk kekebalan dan mencegah anak dari
penyakit campak dan rubella,” ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar