Pages

Rabu, 16 Agustus 2017

Artikel Berita Hari Rabu 16 Agustus 2017 Kerja bersam dalam keragaman



KORAN MEDIA INDONESIA
Halaman C3 dan 13

Kerja Bersama Dalam Keragaman


Peringatan: Hari Lahir Pancasila – Presiden Joko Widodo Bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla berfoto bersama dengan para Menteri Kabinet Kerja Usai Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Presiden menekankan tentang keberagaman suku bangsa, agama dan ras yang ada di Indonesia tetapi harus bersatu membangun bangsa.

Pada saat melakukan Kunjungan kerja ke Jawa Tengah Periode Mei lalu, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan soal keberagaman bangsa dari bahasa, Suku, hingga agama. “ Kadang kalau tidak di ingatkan kita sering lupa bahwa bahwa negara kita ini sangat beragam. Memiliki agama yang berbeda – beda, bahasa dan suku yang bermacam – macam, “ Jelas Presiden.
Indonesia merupakan negara besar memilik sekitar 17.000 Pulau, 516 Kabupaten, 34 Provinsi, 714 Suku dan lebih dari 1.100 bahasa lokal. Oleh karena itu, imbuhnya, keberagaman Indonesia merupakan anugerah yang sejatinya harus diterima dan disyukuri, “ maka itu memperkuat ukhuwah islamiah dan uhkuwah wathaniah. Jangan ada yang saling menyalakan, menjelekkan, menghina, saling mencemoh. Itu semua tidak boleh, harus kita hentikan, “ ujar Presiden.
Belakang, ia memang giat mengajak masyarakat untuk mengingat kembali ke Bhinekaan di Tanah Air. Presiden berharap masyarakat tidak saling mencemoh, menghindari Fitnah, dan tidak menjelekkan sesama.
“Itu bukan budaya bangsa Indonesia yang penuh dengan nilai kesantunan dan kesopanan,” katanya dalam satu kesempatan berbeda. Ia pun rajin  berpesan agar masyarakat tidak terpecah hanya karena perbedaan pilihan dalam pilkada ataupun Pilpres. “ Jangan sampai dengan tetangga gesekan gara-gara pilihan bupati, Gubernur, Pilpres, ndak! Kita ini saudara, harus semua rangkulan, negara besar, “ Tegasnya.
Pada Kesempatan lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menegaskan, Keberagaman menjadi Kekuatan penting yang dimiliki Indonesia karena perbedaan yang ada mampu di jaga sehingga tidak menimbulkan partikaian dan konflik yang merusak, Suku, adat-istiadat dan kebudayaan yang berbeda di Indonesia, Justru dapat menjadi Kekuatan tersendiri asalkan semua pihak bahu membahu.
“Kekuatan bangsa ini justru karena perbedaannya kita lihat bagaimana keberagaman menjadi indah dan menguatkan bangsa ini. Coba tanyakan kalau negeri ini pecah-belah, orang Jawa harus pakai paspor ketika akan ke mengunjungi orang Batak dan sebagainya,” kata jusuf kalla separuh berkelakar dalam suatu acara di Jakarta.
Karena itu, tema HUT RI yang diangkat tahun ini yaitu 72 tahun Indonesia kerja keras bersama. Contoh nyatanya ialah dulu para pendahulu kita bekerja bersama membangun NKRI.
Dukungan Politik
            Pemerintahan memang menaruh atensi besar pada upaya merawat keberagaman. Halm itu menjadi krusial di tengah maraknya hoax (Berita Palsu) dan menyebarkan ujaran kebencian, juga perilaku yang menyiratkan radikalisme dan menyimpang dari pancasila sebagai ideologi bangsa. Salah satu upaya pemerintah dalam merawat kesatuan bangsa antara lain dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang (Perppu) tentang Ormas. Perppu itu mengatur kewenangan Kementerian Hukum dan HAM secara langsung mencabut izin Ormas yang bertentangan dengan Pancasila.
Menteri Koordinasi Politik Hukum dan keamanan Wiranto mengemukakan, Penerbitan Perppu lantaran Undang – Undangan ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. : Perlu diingat ada (gerakan) idelogi negara,dan di sosialisasilan di Publik.
Kalau kita khilaf dan alpa, bisa jadi nanti kita terlambat,” tuturnya. Menko Polhukam juga meminta dukungan dan kerja sama masyarakat, termasuk generasi muda dalam mendukung upaya pemerintah menjadi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketika berpidato di Universitas Gorontalo Misalnya, ia menyampaikan tentang urgensi langkah antiradikalisme.
“Ancaman terbesar bangsa saat ini ialah gerakan radikalisme, yang ingin merusak NKRI dengan paham-paham kekerasan sehingga harus diperangi bersama. Saya ingin adik – adik menyampaikan kepada masyarakat supaya jangan salah tafsir. Pemerintan tidak sewanang – wenang tapi justru ingin merawat persatuan dan kesatuan bangsa dari rongrongan radikalisme, “ ujarnya di hadapan para mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) Kebangsaan.
Ketegasan
Adapun menyebarnya paham – paham yang tidak sesuai dengan Pancasila tidak melepas dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Menurut Menteri Komunikasi dan informatika Rudiantara, Penyebaran Paham – paham radikal semakin marak dilakukan di media sosial. Paham radikal disisipkan dalam berbagai platfrom medsos sehingga memudahkan penyisipan doktrin – doktrin bahkan benih terorisme. “ Internet ini seperti pisau bermata dua.
Nah kita mencoba memitigasi negatifnya “ tuturnya seusai menghadiri deklarasi anti radikalisme di Universitas Padjajaran, Bandung, Juli lalu, untuk menekankan segala bentuk benih – benih radikalisme dan terorisme di media sosial perlu adanya sinergitas antara pemerintah dengan penyedia plat form, namun jika platfrom tidak bisa kooperatif dalam pemberantasan radikalisme, ia terpaksa akan melarang untuk beroperasi di Indonesia , “ Pemerintahan tidak mempunyai atensi untuk menutup Platfrom.
Tapi kalau tidak ada perbaikan, kami terpaksa akan mempertimbangkan, “ ujarnya. Menurutnya sejak 2016, platfrom internasional hanya menutup 50% dari yang diminta kemenkominfo untuk ditutup. Hal itu di anggapnya mengecewakan sehingga pemerintah perlu bertindak konkret. Salah satu platfrom  yang merasakan ketegasan pemerintah indonesia adalah aplikasi messenger Telegram pada Juli, setelah bersepakat dengan Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komenkominfo memblokir situs telegram lantaran acap disalah gunakan sebagai ajang penyebaran ajaran radikal yang mengarah pada terorisme.
Setelah hampir sebulan di blok penyediaan layanan pesan singkat Telegram kembali bisa diakses penuh di indonesia, Normalisasi itu dilakukan pemerintah setelah pihak telegram menyetujui sejumlah syarat termasuk menutup konten radikalisme dan terorisme.
Menurut Rudiantara, Pihaknya dan Telegram sudah mencapai kesepakatan soal penanganan konten bermuatan radikalisme dan terorisme, Telegram misalnya akan menugaskan tim yang secara khusus akan berkomunikasi dengan pemerintah.
Media Sosial, lanjut Rudiantara pada hakikatnya adalah untuk memberi nilai tambah apakah aktifitas ekonomi atau tranformasi sosial, “ jangan untuk yang lain. Teknologi memang seperti pedang bermata dua, positif dan negatif tapi positifnya yang diperbanyaklah,” pintarnya.
Memontum 72 tahun Indonesia merdeka wujudkan membangun bangsa dan negara dalam beragaman untuk dapat kerja bersama.

Program Satu Juta Rumah Terus Dipacu


Kinerja Pembangunan Program Satu juta Rumah sebagian bagian dari Nawacita kabinet Presiden Jokowi diyakini pada tahun ini lebih baik di bandingkan periode – periode sebelumnya.


KORAN REPUBLIKA
Halaman G

PUAN MAHARANI


Masih banyak warga Indonesia yang tidak menghargai lagu Kebangsaan Indonesia saat berkumandang dalam beberapa acara yang saya hadiri, ada yang hanya duduk terdiam, ada saj yang enggak berdiri, baru selesai di ingatkan di goyang-goyang temannya dia baru berdiri. Harusnya disuruh atau tidak kita harus berdiri bila terdengar lagu “ Indonesia Raya”.
Mengambil sikap berdiri sempurna dan turut menyanyikan lagu “Indonesia Raya” saat mendengarnya berkumandang merupakan refleksi dari kecintaan terhadap Tanah Air. Selain itu hal ini menjadi bukti penghormatan dan penghargaan terhadap pahlawan yang telah berjuang dalam memerdekakan bangsa.
Berkaca pada Thailand, setiap warganya akan berhenti beraktifitas saat mendengarkan lagu kebangsaannya di nyanyikan, saya data ke Thailand, saya lihat yang jalan tiba-tiba berhenti, yang duduk berdiri, semua diam. Saya tanya ada apa? Ternyata sekitar situ ada suara lagu kebangsaannya berkumandang dan sekitar dua menit mereka benar-benar menghormati, kenapa negara luar bisa menghormati lambang negaranya ? kita ini masih perlu punya rasa kecintaan terhadap Tanah Air untuk kita tingkatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Facebook

https://www.facebook.com/Ritdah?pnref=about

Twitter

@muitdah

Gmail

muitdah@gmail.com