KORAN
HARIAN TERBIT
Halaman
7
Duet Jokowi – Puan Mahrani Mendahului
Tuhan
Puan
Maharani Bersama Presiden Joko Widodo dalam Satu Acara
JAKARTA –
Pemilihan
Presiden (Pilpres) 2019 masih sekitar dua tahun lagi. Namun sejumlah kelompok
sudah mengusung Joko widodo untuk maju kembali memimpin Indonesia. Puan
Mahrani, Putri Bungsu Ketua PDIP, Megawati Soekarno Putri yang saat ini menjadi
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, diusulkan untuk
mendampingi Jokowi sebagai Calon Wakil Presiden.
Ketua
Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat (KRIH) mengatakan, masih terlalu jauh untuk
membicarakan calon wakil presiden untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.
Saat ini yang mendukung Jokowi maju berasal dari kalangan Bawah. Sementara
partai politik belum menentukan sikap, walaupun sudah pasti PDIP akan Mendukung
Jokowi. “ Jadi untuk Urusan capres harusnya setelah pilkada,” kata kris kepada
Harian Terbit.
Oleh
karena itu mendukung Jokowi dengan Puan sambung Kris. Merupakan perbuatan gigit
wongso (Bahasa Jawa: Mendahului Tuhan). Segala sesuatu belum waktunya harusnya
jangan dipublikasikan. Karena hal tersebut biasanya tidak akan terjadi. Di
Indonesia berlaku azas gigit Wongso. Duet Jokowi dengan seseorang maka orang
itu akan di jatuhkan baik karir atau masa depannya.
“Jadi
kalau mendorong seseorang mewakili Jokowi maka itu menunjukan kita meminta
orang itu Mundur. Siapa yang menarik maka itu dia pingen maju. Jangan terjebak
dengan permainan media atau orang perorangan. Potik itu sadis,” jelasnya
Lebih
lanjut Kris mengatakan, siapa pun yang mendorong, seseorang mewakili Jokowi
maka sebenarnya orang itu sedang dicari keselahannya untuk dijatuhkan ditengah
jalan. Oleh karena itu yang mendukung Puan Maharani mewakili Jokowi maka yang
justru Puan yang Kasihan. Harusnya orang tersebut mendukung Puan untuk bekerja
sebaik-baiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan. Sehingga akan mendapatkan dukungan dari rakyat.
“Sosok
yang bisa mendampingi Jokowi yang bisa memenangkan, yang bisa memahami dan makna
Pak Jokowi sehingga programnya bisa berkesembungan. Saat ini belum ada sosok
yang bisa mendampingi Jokowi. Karena kalau ada yang mengusulkan maka itu
artinya membunuh dia,” Tegasnya.
Wajar
Pengamat Politik dari Perhimpunsn
Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni menilai, wajar jika ada pihak yang
menduetkan Jokowi dengan Puan Untuk Pilpres 2019 apalagi jika pihak mendukung
kader PDIP. Para pendukung menilai duet Jokowi-Puan juga bukan uji coba untuk mengetahui
elektabilitas keduanya. Tapi menang ada keinginan dari kelompok PDIP untuk
memajukan Puan dalam Pertarungan Pilpres 2019.
“Apa
lagi Puan adalah Putera mahkota dari Ketua PDIP Megawati, sehingga tidak
berlebihan jika ingin diajukan menjadi Cawapres nya Jokowi,” Kata Sya’roni
kepada Harian terbit.
Saya
Sya’roni menuturkan namun dalam Perspektifrelawan yang tidak berlatar-belakang
PDIP maka upaya menduetkan Jokowi – Puan dianggap Prematur. Apalagi Pilpres
2019 masih lama yakni masih 2 tahun lagi. Oleh karena itu yang diperlukan pada
pendukungnya saat ini adalah menyukseskan kebijakan – kebijakan Jokowi agar
memiliki kredit point dimata rakyat. Saat tidak sedikit masyarakat yang menilai
Jokowi masih belum merealisasikan janjinya ketika Kampanye Pilpres.
Sementara
Pengamat Politik dari Universitas Al- Azhar, Jakarta, Ujar Komarudin menilai
Duet Jokowi – Puan yang dipasangkan untuk menhadapi Pilpres 2019 boleh-boleh
saja dilakukan. Karena hal tersebut bagian dari terting the water untuk Puan.
Jika penerimaaan masyarakat tinggi terhadapnya maka Puan bisa mendapingi Jokowi
di Pilpres 2019. Oleh karenanya saat ini Puan sengaja dimunculkan.
Selain
Itu, kata Ujang Kemunculan Puan juga ingin melihat tanggapan dan reaksi
masyarakat, “Tetapi sebaliknya, jika penerimaan rendah dan banyak pandangan
negatif, saya rasa tidak akan terjadi. Bisa Juga Puan dimunculkan untuk uji
popularitas. Tapi bukan untuk Pilpres 2019 tetapi untuk Pilpres 2024, mengingat
usia Puan Masih Muda, Tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar