Pages

Senin, 14 Agustus 2017

Artkel Berita Hari Senin 14 Agustus 2017 Duet Presiden Jokowi-Puan Melebihi Tuhan




KORAN HARIAN TERBIT
Halaman 7
Duet Jokowi – Puan Mahrani Mendahului Tuhan

Puan Maharani Bersama Presiden Joko Widodo dalam Satu Acara

JAKARTA –
Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih sekitar dua tahun lagi. Namun sejumlah kelompok sudah mengusung Joko widodo untuk maju kembali memimpin Indonesia. Puan Mahrani, Putri Bungsu Ketua PDIP, Megawati Soekarno Putri yang saat ini menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, diusulkan untuk mendampingi Jokowi sebagai Calon Wakil Presiden.
Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat (KRIH) mengatakan, masih terlalu jauh untuk membicarakan calon wakil presiden untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Saat ini yang mendukung Jokowi maju berasal dari kalangan Bawah. Sementara partai politik belum menentukan sikap, walaupun sudah pasti PDIP akan Mendukung Jokowi. “ Jadi untuk Urusan capres harusnya setelah pilkada,” kata kris kepada Harian Terbit.
Oleh karena itu mendukung Jokowi dengan Puan sambung Kris. Merupakan perbuatan gigit wongso (Bahasa Jawa: Mendahului Tuhan). Segala sesuatu belum waktunya harusnya jangan dipublikasikan. Karena hal tersebut biasanya tidak akan terjadi. Di Indonesia berlaku azas gigit Wongso. Duet Jokowi dengan seseorang maka orang itu akan di jatuhkan baik karir atau masa depannya.
“Jadi kalau mendorong seseorang mewakili Jokowi maka itu menunjukan kita meminta orang itu Mundur. Siapa yang menarik maka itu dia pingen maju. Jangan terjebak dengan permainan media atau orang perorangan. Potik itu sadis,” jelasnya
Lebih lanjut Kris mengatakan, siapa pun yang mendorong, seseorang mewakili Jokowi maka sebenarnya orang itu sedang dicari keselahannya untuk dijatuhkan ditengah jalan. Oleh karena itu yang mendukung Puan Maharani mewakili Jokowi maka yang justru Puan yang Kasihan. Harusnya orang tersebut mendukung Puan untuk bekerja sebaik-baiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Sehingga akan mendapatkan dukungan dari rakyat.
“Sosok yang bisa mendampingi Jokowi yang bisa memenangkan, yang bisa memahami dan makna Pak Jokowi sehingga programnya bisa berkesembungan. Saat ini belum ada sosok yang bisa mendampingi Jokowi. Karena kalau ada yang mengusulkan maka itu artinya membunuh dia,” Tegasnya.
Wajar
            Pengamat Politik dari Perhimpunsn Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni menilai, wajar jika ada pihak yang menduetkan Jokowi dengan Puan Untuk Pilpres 2019 apalagi jika pihak mendukung kader PDIP. Para pendukung menilai duet Jokowi-Puan juga bukan uji coba untuk mengetahui elektabilitas keduanya. Tapi menang ada keinginan dari kelompok PDIP untuk memajukan Puan dalam Pertarungan Pilpres 2019.
“Apa lagi Puan adalah Putera mahkota dari Ketua PDIP Megawati, sehingga tidak berlebihan jika ingin diajukan menjadi Cawapres nya Jokowi,” Kata Sya’roni kepada Harian terbit.
Saya Sya’roni menuturkan namun dalam Perspektifrelawan yang tidak berlatar-belakang PDIP maka upaya menduetkan Jokowi – Puan dianggap Prematur. Apalagi Pilpres 2019 masih lama yakni masih 2 tahun lagi. Oleh karena itu yang diperlukan pada pendukungnya saat ini adalah menyukseskan kebijakan – kebijakan Jokowi agar memiliki kredit point dimata rakyat. Saat tidak sedikit masyarakat yang menilai Jokowi masih belum merealisasikan janjinya ketika Kampanye Pilpres.
Sementara Pengamat Politik dari Universitas Al- Azhar, Jakarta, Ujar Komarudin menilai Duet Jokowi – Puan yang dipasangkan untuk menhadapi Pilpres 2019 boleh-boleh saja dilakukan. Karena hal tersebut bagian dari terting the water untuk Puan. Jika penerimaaan masyarakat tinggi terhadapnya maka Puan bisa mendapingi Jokowi di Pilpres 2019. Oleh karenanya saat ini Puan sengaja dimunculkan.
Selain Itu, kata Ujang Kemunculan Puan juga ingin melihat tanggapan dan reaksi masyarakat, “Tetapi sebaliknya, jika penerimaan rendah dan banyak pandangan negatif, saya rasa tidak akan terjadi. Bisa Juga Puan dimunculkan untuk uji popularitas. Tapi bukan untuk Pilpres 2019 tetapi untuk Pilpres 2024, mengingat usia Puan Masih Muda, Tegasnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Facebook

https://www.facebook.com/Ritdah?pnref=about

Twitter

@muitdah

Gmail

muitdah@gmail.com