Hari : Rabu
Tanggal
: 26 Juli 2017
KORAN
MEDIA INDONESIA
Halaman
21
Integrasi Data Efektifkan Program
Kerakyatan
Bantuan Sosial : Menko Pembangunan
Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memimpin rapat koordinasi tentang
penepatan sasaran bantuan sosial dan subsidi energi bersama menteri Sosial
khofifah indar parawansa (kiri) dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di
Jakarta, Kemarin.
INTEGRASI
penyaluran program bantuan sosial dan subsidi energi listrik dan elpiji terus
didatangkan. Menteri Koordinator bidang Pembangunan manusia dan kebudayaan
(Menko PMK) Puan Maharani mengatakan integrasi itu akan menambah aktivitas
program kerakyatan yang bermanfaat
langsung kepada masyarakat.
“ Program bantuan sosial dan subsidi
energi akan disalurkan dalam satu kartu
sehingga penyalurannya semakin tetap sasaran kepada rumah tangga penerima
manfaat,” Ujar Puan Seusai rakor tingkat menteri tentang penetapan sasaran
bantuan sosial dan subsidi energi di kantor komenko PMK,Jakarta, kemarin.
Rakor itu dihadiri menteri sosial
Khofifah indar parawansa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro,
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Wakil menteri ESDM arcandra Tahar, Wakil
Menteri Keuangan Mardiasmo, serta para penjabat kementerian atau lembaga
terkait.
Integrasi penyaluran subsidi, lanjut
Menko PMK, bertujuan meningkatkan efektivitas perlindungan sosial dan
penanggulangan kemiskinan.
Berdasarkan target Pembangunan 2018,
asumsi jumlah pengangguran sekitar 5% - 5,3%, target penurunan angka kemiskinan
sekitar 9,5% - 10%, rasio gini sekitar 0,38 dan indeks pembangunan manusia
71,50.
Pada kesempatan sama Mensos Khofifah
mengatakan dalam rakor ini sudah banyak perkembangan dan telah dibuat
kesepakatan tentang kesiapan mekanisme sistem bansos nontunai melalui fasilitas
dan fitur kartu keluarga sejahtera (KKS).
Jadi sudah koordinasikan bahwa akan
dilakukan integrasi program keluarga harapan (PHK) Bantuan pangan dan elpiji 3
kg. Subsidi listrik masih dalam koordinasi dengan PLN.
“Secara teknis semuanya insya allah
sudah siap. Dari segi sistemkan sudah jalan dan sudah uji coba sejak tahun
lalu. Malah dibeberapa kabupaten sudah terintegrasi dengan elpiji 3 kg,” jelas
khofifah.
Khofifah mengatakan saat ini jumlah
keluarga penerima manfaat bansos elpiji 3 kg sebanyak 25,7 juta rumah tangga,
kemudian 15,5 juta terima bantuan pangan, 10 juta terima progran keluarga
harapan.
“Jadi sekarang kita butuh matching
data 10,2 juta yang belum terima dan akan kita koordinasikan,” Pungkas
Khofifah.
KORAN
RAKYAT MERDEKA
Halaman
6
Masuk Tahap Pematangan
Bansos Dan Subsidi Elpiji pake satu
kartu
Jabatan Tangan: Menteri Koordinator
Bidang pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (Tengah) Berjabat
tangan dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa disaksikan Menteri
Kesehatan Nila F Moeloek (Kanan) sebelum rapat koordinasi tentang penepatan
sasaran bantuan sosial dan subsidi energi di Komenko PMK Jakarta, Kemarin.
PROGRAM
bantuan sosial (Bansos), subsidi elpiji dan listrik masuk tahap pematangan.
Rumah tangga penerima bansos dan subsidi listrik pun diseleksi dengan cermat.
Targetnya, Integrasi penyaluran subsidi dalam satu kartu ini berjalan efektif
dan tepat sasaran karena langsung menyentuh keluarga masyarakat miskin (
keluarga harapan).
Pematangan program integrasi
penyaluran bansos dan subsidi listrik dan elpiji dibahas dalam rakor tingkat
menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan (Menko PMK), Puan
Maharani dikantornya, Jakarta,Kemarin.
Hadir Juga menteri sosial Khofifah
Indar Parawansa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, Menteri
Kesehatan Nila F Moeloek, Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Arcandra
Tahar, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Serta sejumlah pejabat dari
kementerian lembaga terkait.
“Ini sesuai arahan presiden agar
subsidi dan bansos tepat sasaran. Rakor hari ini (Kemarin) untuk memastikan
serta penetapkan jumlah sasaran atau rumah tangga penerima manfaat dan baksos
dan subsidi energi,” Kata Menko PMK dalam Pangantar rakor, kemarin.
Integrasi penyaluran subsidi lanjut
Menko PMK, Untuk meningkatkan efektifitas perlindungan sosial dan penanggulangi
kemiskinan. Berdasarkan target pebangunan tahun 2018, asumsi jumlah
pengangguran sekitar 5,0 – 5,3 persen, target penurunan angka kemiskinan
sekitar 9,5 – 10 persen, gini rasio sekitar 0,38 dan indeks pembangunan manusia
mencapai 71,50.
“Inilah Target-target yang kita
upayakan terus dan kita tentu yakin hasil kerja ini akan benar-benar dirasakan masyarakat,”
kata Menteri Asal PDIP ini.
Puan Maharani menambahkan program
pelaksanaan bansos dan subsidi energi semakin baik. Saat ini. Kata dia, sudah
pada tahap menetapkan jumlah sasaran atau rumah tangga penerima manfaat
sehingga bisa menekan angka kemiskinan.
Menteri sosial (Mensos) Khofifah
Indar Parawansa mengatakan, rakor kali ini sudah ada banyak perkembangan. Rakor
telah menyepakati kesiapan mekanisme sistem bansos non tunai melalui fasilitas
dan fitur kartu keluarga sejahtera (KKS).
“Integrasi Program Keluarga Harapan
(PHK) bantuan pangan dan elpiji 3 kg, sedangkan subsidi listrik masih dalam
koordinasi dengan PLN. Secara teknis semuanya insya allah sudah siap. Sebab
dari segi sistem kan sudah jalan dan sudah uji coba sejak bulan juni tahun lalu.
Malah beberapa kabupaten sudah integrasi dengan LPG 3kg,” Jelas Khofifah.
KORAN
POS KOTA
Halaman
6
Bansos dan Subsidi Energi Di
matangkan
Menko PMK, Puan Maharani saat rakor
membahas penepatan sasaran bansos dan subsidi Energi. Sejumlah Menteri Hadir
diantaranya Mensos Khofifah Indar Parawansa, menteri PPN/Kepala Bappenas
Bambang Brojonegoro dan Menkes Nila F Moeloek, Selasa (25/7).
JAKARTA –
Perintahan memantangkan integrasi penyaluran bansos dan subsidi energi yang
diharapkan menambah efektifitas program kerakyatan dan manfaatnya langsung
menyentuh masyarakat.
“ Program bansos dan subsidi energi
akan disalurkan dalam satu kartu sehingga penyaluran jadi tepat sasaran
terutama rumah tangga,” kata Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan usai
rakor dengan sejumlah menteri, selasa (25/7).
Rakor ini merupakan tingkat lanjut
dari rapat 20 Juni 2017 tentang integrasi penyaluran subsidi energi (listrik
dan gas elpiji) dalam satu kartu “ ini sesuai arahan presiden. Rakor hari ini
untuk memastikan serta menetapkan jumlah sasaran atau rumah tangga penerima
manfaat dari bansos dan subsidi energi,” Terangnya.
Intergrasi penyaluran subsidi lanjut
Puan bertujuan juga untuk meningkatkan efektifitas perlindungan sosial dan
penanggulangan kemiskinan. Target pembangunan 2018 asumsi jumlah pengangguran
sekitar 5,0 – 5,3 persen. Kemudian target penurunan angka kemiskinan sekitar
9,5 – 10 persen.. Gini rasio sekitar 0,38 dan indeks pembangunan manusi
mencapai 71,50.
KORAN
INDOPOS
Halaman
2
Bansos dan Subsidi Energi Satu Kartu
Aturan Bansos: Menko PMK Puan
Maharani Memimpin rapat Tingkat Menteri Di kantor Kemenko PMK, di Jakarta,
Selasa (25/7).
JAKARTA-
integrasi penyaluran Program Bantuan Sosial (Bansos) dan subsidi energi listrik
dan LPG terus di matangkan. Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani Mengatakan Integrasi ini akan menambah
efektivitas program kerakyatan yang manfaatnya langsung menyentuh kelurga
masyarakat.
“Program Bantuan sosial dan subsidi
di energi akan di salurkan dalam satu kartu sehingga penyaluran nya semakin
tepat sasaran kepada rumah tangga penerima manfaat. Dengan demikian hal ini perlu
dijalankan secara terkoordinasi dan gotong royong “. Ujar Paun Maharani usai
rakot tingkat menteri tentang Penetapan sasaran bantuan sosial dan subsidi
energi dikantor Kemenko PMK ,Jakarta, selasa (25/7).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar