Hari : Senin
Tanggal
: 24 Juli 2017
Koran INDOPOS
Halaman 2
Anak
Indonesia Minta Kemudahan Pemberian Akte
HAN
2017: MENKO PMK Puan Maharani (Tengah) dan Menteri lain saat mendampingi
Presiden Joko Widodo (Kiri) saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN 2017) Di
pekanbaru Riau. Minggu (23/7).
JAKARTA-Dengan
jumlah yang hingga tahun 2017 ini mencapai 83,665 juta jiwa, anak anak indonesia pada acara puncak hari
anak Nasional 2017 meminta banyak perhatian kita, utamanya kepada pemerintahan.
Permintaan itu dikemas dalam tagline “suara anak indonesia”.
Suara Anak indonesia ini berisi agar diberikan kemudahan
pemberian Akte Kelahiran, melibatkan anak indonesia dalam pengambilan berbagai
kebijakan pembangunan, Pendewasaan usia pernikahan, perlindungan anak dari asap
rokok dan segala bahayanya.
Selain itu juga meminta
peningkatan akses terhadap kesehatan dan pendidikan serta pembelajaran siaga
bagi anak-anak di wilayah rawan bencana, dan yang terakhir adalah stop
kekerasan terhadap anak.
Bertempat di lapangan gedung daerah, kota pekan baru,
Riau, pagi kemarin Presiden dan ibu Negara, Iriana Joko Widodo, menghadiri
Acara Puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2017. Turut hadir dalam acara ini ibu
Wapres RI, Mufidah Jusuf Kalla; Menteri koordinator bidang pembangunan manusia
dan kebudayaan , Puan Maharani; Menteri Pemberdayaan perempuan dan perlindungan
anak, Yohana Yembise; Kepala Badan Ekonomi kreatif, Triawan Munaf; Gubernur
Riau.
Menanggapi pernyataan
“Suara Anak Indonesia” itu, Menko PMK bersyukur bahwa sebagian besar permintaan
anak indonesia itu sudah dapat diwujudkan pemerintahan. “Meskipun ada yang
belum terealisasi, kami akan terus bergotong royong mewujudkannya. Yang
terpenting saat ini adalah bagaimana sosialisasi dan edukasi permintaan atau
ajakan anak-anak itu tadi agar mereka paham terutama soal hak-hak anak dasar
mereka,pola asuh orang tua dan guru disekolah, “ katanya dalam keterangan
persnya,kemarin.
Menko PMK menambahkan pula bahwa yang perlu dikedepankan
saat ini adalah masalah ketahanan keluarga karena dari keluarga lah anak-anak
indonesia memulai segalanya yaitu pendidikan, perilaku, dasar beragama,berinteraksi
dan sebagainya. “Pendidikan agama dan karakter juga harus diperkuat,anak-anak
indonesia harus memiliki jiwa yang mantap, berbudi luhur dan berakhlak mulia,”
Demikian Menko PMK .
Tema HAN 2017 Kali ini adalah “Saya Anak Indonesia,Saya
Gembira,” Peringatan HAN 2017 dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa
indonesia terhadap perlindungan anak indonesia agar tumbuh, dengan mendorong
keluarga indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan
perlindungan kepada anak,sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa
yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air.
Koran REPUBLIK
Halaman 4
Hari Anak Nasional Ibu
Mufidah Jusuf Kalla (Kiri), Menko Pembangunan manusia dan kebudayaan Puan
Maharani (Tengah) serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Yohana Susana Yembise (kanan) mengikuti acara puncak perayaan Hari Nasional
2017 di Pekanbaru, Riau, Ahad (22/7).
Koran Rakyat Merdeka
Halaman 6
Pemerintah
Mudahkan Pembuatan Akta Lahir
Peringatan Hari anak :
Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Mufaridah Jusuf Kalla, Menteri
Koordinator Bidang pembangunan Manusia dan kebudayaan Puan Maharani (kedua kanan)
dan menteri pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak Yohana Yembise (kanan)
saat menghadiri acara puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2017 Di lapangan Gedung
Daerah, Kota Pekanbaru , Riau kemarin.
PUNCAK
perayaan Hari Anak Nasional ( HAN) 2017, Kemarin di gelar di lapangan Gedung Daerah, Kota
Pekanbaru Riau. Ada banyak tuntutan yang
di lontarkan anak-anak indonesia yang saat ini berjumlah 83,665 juta jiwa.
“Suara Anak Indonesia itu adalah diberikan kemudahan
dalam pembuatan akta kelahiran, peningkatan akses kesehatan dan pendidikan ,
pendewasaan, Perlindungan anak dari asap rokok.
Tuntutan lainnya adalah keinginan anak-anak dilibatkan
dalam pengambilan berbagai kebijakan pembangunan, Pembelajaran siaga di wilayah
rawan bencana, dan mensetop kekerasan terhadap anak.
Menanggapi pernyataan “ Suara Anak Indonesia “ itu
menteri Koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (Menko PMK), Puan
Maharani bersyukur sebagian besar permintaan anak indonesia tersebut sudah
dapat diwujudkan perintahan.
“Masa anak-anak adalah masa bermain dan belajar degan
gembira. Mari wujudkan anak indonesia yang cerdas, sehat, dan berbakti. Anak
Indonesia , Anak Gembira “ kata Menko
PMK dalam pernyataan resminya menyambut Hari Anak Nasional 2017. Kata Puan
Maharani, meskipun ada yang belum terealisasi, Pemerintahan akan terus
bergotong royong untuk mewujudkan suara anak-anak indonesia tersebut. Kata
Puan, Yang terpenting saat ini adalah penguatan sosialisasi dan edukasi kepada
anak-anak agar mereka, pola asuh orang
tua dan guru di sekolah. Selain itu, perlu juga dikedepankan tentang ketahanan
keluarga.
“Karena dari keluarga lah anak-anak indonesia memulai
segalanya yaitu pendidikan, perilaku, dasar beragama, Berinteraksi dan
sebagainya. Pendidikan Agama dan karakter juga harus diperkuat anak-anak
indonesia harus memiliki jiwa yang mantap, berbudi luhur, dan berakhlak mulia,
“ katanya.
Tema HAN 2017 kali ini adalah “Saya Anak Indonesia, Saya
Gembira”. Hadir pada acara itu, presiden dan ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu
Wapres Mufidah Jusuf Kalla, Menteri pemberdayaan anak Yohana Yembise, kelapa
Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, Gubernur Riau, Para Kepala Daerah
Se-Indonesia.
Koran MEDIA INDONESIA
Halaman 23
AKSI
SULAP KEREN BAPAK PRESIDEN
Hari
Anak Nasional : Ibu Mufidah Jusuf Kalla (Kiri), Menko
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani ( Tengah),Serta Menteri
Pemberdayaan Perempuan Dan perlindungan Anak Yohana Yembise mengikuti rangkaian
acara puncak perayaan Hari Anak Nasional 2017 di Pekanbaru, Kemarin.
RIUH tepuk tangan dan
sorakan anak-anak dari penjuru kota pekanbaru, Riau, terdengar tidak henti saat
peringatan Hari anak Nasional 2017 yang bergelar di lapangan gedung daerah,
kota pekanbaru, Riau, Kemarin.
Sementara itu, presiden RI Joko Widodo terus menerus
mengeluarkan kotak berwarna dari kotak hitam berbentuk balok ditangan kirinya.
“Ini kotak hitamnya masih kosongkan? Coba cek, “ katanya
sambil mengarahkan kotak hitam ditangan kirinya ke seluruh anak barisan depan.
Dia bertanya lagi, “ Kira-kira ada kontaknya lagi enggak
ya? Ayo hitung lagi, satu, dua, tiga, ada lagi enggak kotaknya ?” Kata jokowi
sambil memasukkan kembali tangannya ke kotak hitam. Tak lama, sebuah kotak
kecil berwarna merah dikeluarkannya dari kotak hitam itu. Spontan tepuk tangan
kembali ramai.
Begitu seterusnya berulang hingga total ada sembilan
berwarna, antara lain Merah, Biru, Kuning, Hijau, dan Abu –abu dikeluarkannya
dari kotak hitam tadi. Untuk pertama kalinya Jokowi Mempertontonkan sulap. Kali
Ini jokowi dibantu ibu Negara Iriana Jokowi. “ Saya belajar sulap ini lima hari
lima malam enggak henti-henti, “candanya sebelum memulai sulapnya.
Jokowi mempertontonkan empat trik sulap. Trik kotak
berwarna merupakan trik ketiga yang dia mainkan. Trik pertama , jokowi
memunculkan bunga pada pot kecil dengan hanya menusukkan tongkat ke dalam pot.
Trik kedua memindahkan bola dari tangan ibu negara ke dalam bola besar yang
lebih besar di tangan jokowi. Padahal, mereka terpisah beberapa meter, trik ke
empat ialah trik kantong kosong yang berisi jam tangan. Pertama-tama jokowi
memastikan kantong merah ditangan nya kosong. Lalu seorang anak, mohammad amin,
11, di suruh merogoh kantong tersebut.
“Ada isinya enggak? Kalau ada , itu untuk kamu,” ujarnya
sisambut tepuk tangan ribuan anak yang hadir.
Beberapa anak yang ditemui Media indonesia mengaku senang
dengan sulap pak jokowi, “Keren” kata Hazen, siswa kelas 5 SD N 83 Pekanbaru.
Sulap kotal paling disukai. “ kami suka yang kotak berwarna enggak
habis-habis,” ujar M Ikhlas, 11, siswa kelas 5 SD N 08 Pekanbaru.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar